Belajar yang rajin, Bekerja, Berkarya, dan Bermanfaat untuk sesama! Percayalah, tidak ada hal yang sia-sia. Semoga Tuhan memudahkan jalan kita dalam menuntut dan mengamalkan ilmu. Aamiin... :D

Kamis, 12 Juli 2012

KONSELING PADA IBU DENGAN MASALAH INFERTILITAS


TUGAS KOMUNIKASI DAN KONSELING

OLEH :
1.         Rizki Laela Amalia                             30710031
2.         Rosiana Kholida                                 30710032
3.         Siti Istikomah                                      30710033
4.         Sofiana Puspitasari                              30710034
5.         Tri Widayanti                                      30710035
6.         Triya Galih Rahayu                             30710036


INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
PRODI DIII KEBIDANAN
TAHUN 2011
KONSELING PADA IBU
DENGAN MASALAH INFERTILITAS


I.    PENDAHULUAN
Fertilitas
Fertilitas adalah kemampuan seorang wanita (istri) untuk menjadi hamil dan melahirkan anak hidup dari pasangan pria (suami) yang mampu menghamilkannya.
Infertilitas
-          Infertilitas adalah kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi dan melakukan senggama secara teratur.
-          Secara praktis, pasangan yang ingin punya, tetapi belum mempunyai anak dalam 1-2 tahun setelah menikah, sering disebut infertile.
Infertilitas dibagi menjadi 2 jenis:
1.   Infertilitas primer : apabila istri belum pernah hamil walaupun bersenggama tanpa usaha kontrasepsi dan tetap dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan.
2.   Infertilitas sekunder : apabila istri pernah hamil, namun kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama tanpa usaha kontrasepsi dan tetap dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan (ukuran frekuensi senggama yang adekuat 3x seminggu).
Syarat fertilitas normal yaitu :
Ø  Terjadi ovulasi (axis hypothalamus-hypofise-ovarium normal)
Ø  Tuba paten dan berfungsi (pick up dan system transport normal)
Ø  Fungsi sperma normal
Ø  Coitus teratur dan benar
Ø  Lender cervix normal
Ø  Endometrium normal
      Untuk pemeriksaan pasangan infertil yaitu :
            Prinsip bahwa setiap pasangan infertile harus diperlakukan sebagai satu kesatuan tidak boleh dilupakan. Berarti kalau istri saja yang harus diperiksa sedangkan suaminya tidak mau diperiksa, maka pasangan itu tidak jadi diperiksa.
      Syarat-syarat pemeriksaan pasangan infertil
1.      Istri berumur antara 20-30 tahun, baru diperiksa setelah berusaha mendapat anak selama 12 bulan.
2.      Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dini apabila:
-          Ada riwayat mengalami keguguran berulang
-          Ada riwayat penyakit/ kelainan metabolik/ endokrin/ sistemik
-          Ada riwayat penyakit radang rongga panggul atau rongga perut
3.      Istri berumur antara 31-35 tahun dapat diperiksa pada kesempatan pertama pasangan itu datang ke dokter.
4.      Istri berumur antara 36-40 tahun hanya dilakukan pemeriksaan infertilitas kalau belum mempunyai anak dari perkawinan.
5.      Pemeriksaan infertilitas tidak dilakukan pada pasangan infertil yang salah satu anggota pasangannya mengidap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri dan atau anaknya.
      Pemeriksaan masalah Infertilitas
a.       Faktor pria (suami)
-          Anatomi dan fisiologi organ reproduksi
-          Fungsi ereksi dan ejakulasi
-          Produksi dan transport air mani
b.      Faktor wanita (istri)
-          Anatomi dan fisiologi organ reproduksi: pendekatan per organ (masalah vagina, masalah serviks, masalah uterus, masalah tuba, masalah ovarium, masalah peritoneum, masalah hormonal/endokrinologi). Hormonal chain penting
A.    INFERTILITAS WANITA
o   Masalah vagina : Sumbatan psikogen (vaginismus)
Sumbatan anatomik (karena didapat ataupun bawaan)
Radang (karena Candida Albicans atau Trichomonas vaginalis)
o   Masalah serviks : Sumbatan canaliscervikalis
Lendir cerviks yang abnormal
Malposisi cerviks
Kombinasi
Kelainan anatomi serviks (atresia, polips, stenosis, radang kronik)
o   Masalah uterus : Radang endometrium
Gangguan kontraksi uterus
Distorsi cavum uteri karena polip atau mioma
o   Masalah Tuba Falopii : Merupakan penyebab paling sering masalah infertilitas
Frekwensinya 25-50%
B.     INFERTILITAS PRIA
o   Masalah Air Mani : Aspermia : tidak ada semen
Hiperspermia : vol semen > 6 ml
Hipospermia : vol semen < 1,5 ml
Oligozoospermia : Σ spermatozoa < 20 jt/ml
Asthenozoospermia : motilitas < 50%
Teratozoospermia : morfologi normal < 50%
Azoospermia : tidak ada spermatozoa dalam semen
Penaggulangannya :
      Air mani yang abnormal    : dengan senggama berencana pada saat masa subur istri
      Mioma uteri                       : momectomy
      Tuba yang tersumbat         : pembedahan
      Endometriosis                   : terapi hormonal, operasi
II.    KASUS
Pada tanggal 5 Juni 2011 Ibu “S” datang bersama suaminya yang bernama bapak “T” ke BPS Ny “Nurrohmah” dengan keluhan setelah 5 tahun kelahiran anak pertamanya ibu belum hamil lagi sampai sekarang, padahal ibu ingin mempunyai anak lagi dan anak pertamanya juga sudah menginginkan seorang adik. Selama ini ibu  mengeluh kalau menstruasinya tidak teratur. Ibu kawatir hal ini berkaitan dengan alat kontrasepsi yang dipakai.  Padahal ibu sudah berhenti menggunakan alat kontrasepsi tersebut selama 2 tahun. Suami ibu menyarankan pada ibu untuk melakukan pemeriksaan infertilitas.
Berdasarkan hasil anamnesa diperoleh data sebagai berikut:
1.      Identitas (Biodata)
Nama Pasien   :  Ny. “S”                    Nama Suami       :  Bp. “T”
Umur               :  30 tahun                   Umur                  :  35 tahun
Suku/Bangsa   :  Jawa/Indonesia        Suku/Bangsa      :  Jawa/Indonesia
Agama             :  Islam                        Agama                :  Islam
Pendidkan       :  SMA                        Pendidikan         :  S1
Pekerjaan         :  Ibu rumah tangga     Pekerjaan            :  Guru SD
Penghasilan     :  -                                Penghasilan        :  Rp. 3.500.000/bln
Alamat Kantor   :  -                             Alamat Kantor   :  Jl. Dharmawangsa, Kediri
Alamat Rumah:  Grogol                      Alamat Rumah   :  Grogol
2.      Riwayat Menstruasi
Menarche              :  11 tahun                    
Lama                     :  5-6 hari          
Banyaknya                        :  2-3x ganti pembalut   
Siklus                    :  28 hari
Teratur/tidak         :  tidak teratur
Dismenorhoe         :  pernah
Warna/bau             :  normal/khas
3.      Pola Makan dan Minum
Makan       :  2x sehari (menu tidak seimbang, tidak teratur)
Minum       :  + 4 gelas/hari air putih
4.      Pola aktivitas sehari-hari
Istirahat     :  teratur
Tidur         :  siang : 2 jam, Malam : + 7 jam
Coitus        :  2-3 kali seminggu
5.      Pola eliminasi
BAB          :  1 x sehari (bau, warna khas, konsistensi lunak)
BAK         :  + 6 x / hari (bau dan warna khas)
6.      Riwayat KB
Kontrasepsi yang pernah digunakan         :  suntik 3 bulanan
7.      Riwayat penyakit yang sedang diderita
Ibu tidak sedang menderita penyakit kronis/ menular (hepatitis, jantung)
8.      Riwayat penyakit yang lalu
Ibu tidak pernah menderita penyakit kronis/ menular (jantung, hepatitis)
9.      Riwayat penyakit keturunan
Ibu  tidak mempunyai riwayat penyakit keturunan dalam keluarga (DM)
10.  Perilaku kesehatan
-          Minum alkohol, obat-obatan               :  tidak pernah
-          Jamu yang sedang digunakan             :  tidak pernah
-          Merokok, makan sirih, kopi                :  tidak pernah
-          Ganti pakaian dalam                           :  2x sehari
11.  Riwayat Sosial
-          Status perkawinan                                           :  kawin
-          Jumlah                                                             :  1
-          Lama perkawinan                                            :  7 tahun
-          Jumlah keluarga yang tinggal serumah           :  2 orang
-          Susunan keluarga yang tinggal serumah         :
No
Jenis Kelamin
Umur/Bln
Hubungan Keluarga
Pendidikan
Pekerjaan
Ket
1.
2.
Laki-laki
Laki-laki
35 th
5 th
Suami
Anak Kandung
S1
TK
Guru SD
Pelajar


12.  Keadaan Psikologis
-          Hubungan ibu dengan keluarga          : baik
-          Hubungan ibu dengan masyarakat      : baik
III.          KONSELING YANG DIBERIKAN
ü  Masalah Menstruasi yang tidak teratur mungkin memang ada kaitannya dengan Kontrasepsi yang dipakai ibu. Salah satu kelemahan dari KB suntik adalah adanya mens yang tidak teratur.
ü  Untuk pemeriksaan infertilitas ibu diberi konseling terlebih dahulu bahwa infertilitas itu tidak sepenuhnya karena faktor dari istri. Bisa juga karena faktor dari suami. Jika hendak dilakukan pemeriksaan, istri dan suami sebaiknya semua diperiksa.
Infertilitas karena faktor dari istri misalnya :
o   Masalah vagina : Sumbatan psikogen (vaginismus)
Sumbatan anatomik (karena didapat ataupun bawaan)
Radang (karena Candida Albicans atau Trichomonas vaginalis)
o   Masalah serviks : Sumbatan canaliscervikalis
Lendir cerviks yang abnormal
Malposisi cerviks
Kombinasi
Kelainan anatomi serviks (atresia, polips, stenosis, radang kronik)
o   Masalah uterus : Radang endometrium
Gangguan kontraksi uterus
Distorsi cavum uteri karena polip atau mioma
o   Masalah Tuba Falopii : karena sumbatan, dll
o   Adanya penyakit radang panggul
Dari faktor suami misalnya :
o   Masalah Air Mani : Gangguan ereksi dan ejakulasi
Aspermia : tidak ada semen
Hiperspermia : vol semen > 6 ml
Hipospermia : vol semen < 1,5 ml
Oligozoospermia : Σ spermatozoa < 20 jt/ml
Asthenozoospermia : motilitas < 50%
Teratozoospermia : morfologi normal < 50%
Azoospermia : tidak ada spermatozoa dalam semen
Setelah diketahui faktor penyebab infertilitas dari hasil pemeriksaan tersebut dapat dilakukan penanggulangan berdasarkan penyebabnya, misalnya :
      Air mani yang abnormal : senggama dilakukan secara berencana pada saat masa subur istri
      Mioma uteri                       : momectomy
      Tuba yang tersumbat         : pembedahan
      Endometriosis                   : terapi hormonal, operasi
Bisa juga karena konsumsi nutrisi yang tidak seimbang sehingga menyebabkan infertilitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar